Make your own free website on Tripod.com

PERATURAN AKADEMIK
PROGRAM EKSTENSI FEUA
TENTATIF

Bab I

KETENTUAN UMUM

 Pasal 1

Dalam peraturan akademik ini yang dimaksud dengan :

(1)    Sistem Kredit adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan, dimana beban studi mahasiswa, beban kerja dosen dan beban penyelenggaraan program pendidikan dinyatakan dengan satuan kredit.

(2)    Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan dalam suatu jenjang pendidikan.

(3)     Sistem Kredit Semester atau disingkat dengan SKS adalah sistem perhitungan kredit untuk menyelesaikan beban studi suatu program studi dari suatu jenjang pendidikan yang menggunakan semester sebagai unit waktu terkecil.

(4)    Satuan Kredit Semester atau yang disingkat dengan sks adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan kumulatif bagi suatu program studi tertentu, serta besarnya usaha untuk menyelenggarakan pendidikan bagi Universitas Andalas khususnya dosen.

(5)    Satu sks adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh melalui satu jam kegiatan terjadual yang diiringi oleh dua sampai empat jam per minggu oleh tugas atau kegiatan lain yang terstruktur maupun mandiri selama satu semester atau tabungan lain yang setara.

(6)     Indeks Prestasi atau disingkat dengan IP adalah ukuran kemajuan belajar pada semester tertentu.

(7)     Indeks Prestasi Kumulatif atau disingkat dengan IPK adalah ukuran kemajuan belajar sejak dari semester pertama sampai kepada semester dimana diadakan perhitungan atau evaluasi.

(8)    Perhitungan Indeks Prestasi seperti dimaksudkan pada angka 6 dan 7 diatas adalah penjumlahan dari perkalian Angka Mutu (AM) dengan Nilai Kredit (NK) suatu matakuliah dibagi dengan jumlah Nilai Kredit dari semua matakuliah yang diambil dalam suatu program studi, dengan rumus :

  

  n

        MiKi

        i=1

IP = ------------    , i = 1,2, n

        M

        KI

        i=1

 

dimana :

IP = Indeks Prestasi

Mi  =  Angka Mutu suatu matakuliah ke i (yang bersangkutan)

Ki  =  Nilai Kredit suatu matakuliah ke i (yang bersangkutan)

n   =   Jumlah matakuliah yang diambil dalam suatu program studi pada setiap semester

(9)     Ujian komprehensif adalah ujian kemampuan menguasai berbagai matakuliah dari suatu program studi secara menyuluruh dan terpadu dalam memecahkan suatu masalah.

(10)   Program Ekstensi adalah Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

(11)   Fakultas adalah Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

(12)   Dekan adalah Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

(13)   Koordinator adalah Koordinator Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

(14)   Mahasiswa adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

 

Pasal 2

 

Mahasiswa Program Ekstensi dapat diterima dari :

(1)    Tamatan SMU yang telah dan akan mencari pekerjaan.

(2)    Tamatan Program Diploma III bidang ilmu ekonomi atau sarjana bidang ilmu lain dengan memperhitungkan sks yang telah diselesaikan sebanyak-banyaknya 70 sks.

 

Bab II

BEBAN STUDI

 

Pasal 3

 

(1)    Beban studi yang harus diselesaikan berjumlah 144 - 160 sks, termasuk yang diperoleh dari program studi sebelumnya bagai mahasiswa asal lulusan Program Diploma III sederajat.

(2)    Beban studi seorang mahasiswa pada setiap semester paling kurang 12 sks, dan sebanyak-banyaknya 24 sks.

(3)     Jumlah beban studi yang dinyatakan dengan sks yang dapat diambil oleh mahasiswa dalam satu semester, ditentukan oleh IP mahasiswa yang bersangkutan pada semester sebelumnya, berdasarkan pedoman berikut :

 

Indeks Prestasi

semester sebelumnya

Maksimum jumlah sks

yang dapat diambil

a.       Kurang dari 1,50

b.       Dari 1,50 s.d 1,99

c.       Dari 2,00 s.d 2,49

d.       Dari 2,50 s.d 2,99

e.       Sama atau besar dari 3,00

12 sks

15 sks

18 sks

21 sks

24 sks

 

(4)     Pada Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Penasehat Akademik (PA) dapat menyetujui pengambilan jumlah sks yang melebihi dari pedoman diatas dengan persetujuan Kepala Program Studi atau Koordinator Program Ekstensi.

 

Bab III

MATAKULIAH

 

Pasal 4

 

(1)     Matakuliah pada setiap program studi dapat dikelompokkan sebagai berikut :

a.     Matakuliah Umum (MKU)

b.     Matakuliah Dasar Keahlian (MKDK)

c.     Matakuliah Keahlian (MKK)

(2)     Matakuliah seperti dimaksud pada ayat (1) di atas dapat pula dikelompokkan :

a.    Matakuliah Wajib (MKW) yaitu semua matakuliah yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa .

b.    Matakuliah Pilihan (MKP) yaitu semua matakuliah yang dapat dipilih oleh mahasiswa.

(3)    Matakuliah Umum, Matakuliah Dasar Keahlian, dan sebagian dari Matakuliah Keahlian, merupakan Matakuliah Wajib yang harus diambil oleh semua mahasiswa pada setiap program studi.

(4)    Matakuliah wajib seperti dimaksud ayat (2) di atas ditetapkan oleh Rektor atas usul Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

(5)    Matakuliah Kuliah Kerja Usaha (KKU) merupakan matakuliah yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa dan dapat dipilih dalam bentuk magang atau mengambil matakuliah kewirausahaan.

 

Pasal 5

 

(1)    Setiap matakuliah dapat diselenggarakan dalam bentuk kegiatan akademik berikut :

a.     Tatap muka

b.     Praktikum laboratorium

c.     Penelitian

d.     Kegiatan akademik lainnya

(2)    Setiap matakuliah dengan kegiatan akademik seperti dimaksud pada ayat (1) di atas yang terstruktur dan diberikan secara terjadual harus dilengkapi dengan kode huruf, kode nomor atau angka, serta diberikan bobot yang dinamakan Nilai Kredit.

(3)    Tujuan dan materi dari setiap matakuliah seperti dimaksud pada ayat (2) di atas, dinyatakan dalam silabus atau sinopsis dari matakuliah yang bersangkutan.

 

Pasal 6

 

(1)    Setiap matakuliah diasuh dan dikembangkan oleh masing-masing program studi.

(2)    Penambahan, penghapusan, penggabungan atau pemecahan matakuliah dalam suatu program studi, ditetapkan oleh Rektor atas usul Dekan setelah disetujui Senat Fakultas.

(3)    Semua matakuliah yang ditawarkan untuk setiap semester pada suatu program studi harus terdaftar di Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Universitas.

 

Bab IV

SISTEM STUDI MAHASISWA

 

Pasal 7

 

(1)    Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan atas dasar kurikulum yang disusun sesuai dengan sasaran dan tujuan dari program studi.

(2)    Beban pada Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas dapat diselesaikan 4 (empat) semester untuk mahasiswa asal Program Diploma III sederajat dan 8 (delapan) semester untuk mahasiswa asal SMU

 

Pasal  8

 

(1)    Satu tahun akademik pada dasarnya dibagi atas dua semester, yaitu semester ganjil dan semester genap. Setiap semester terdiri dari paling kurang 16 minggu kuliah atau tatap muka efektif.

(2)    Pada setiap semester ditawarkan sejumlah matakuliah untuk setiap program studi yang dapat dipedomani oleh mahasiswa dalam mengisi Kartu Rencana Studi (KRS).

 

Pasal 9

 

(1)    Perubahan komposisi matakuliah yang sedang diambil oleh seorang mahasiswa dalam satu semester baik berupa penggantian, penambahan, maupun pembatalan, hanya diizinkan dengan persetujuan Kepala Program Studi/Koordinator Program Ekstensi  atas usul Penasehat Akademik.

(2)    Pelaksanaan perubahan seperti dimaksud pada ayat (1) di atas, dapat dilakukan dalam waktu paling lama dua minggu sejak semester dimulai.

 

Pasal 10

 

(1)    Bobot atau nilai kredit skripsi adalah 4 6 sks untuk mahasiswa asal SMU dan 3 sks untuk lulusan D.III sederajat.

(2)    Penulisan dan pembuatan skripsi berdasarkan pedoman tersendiri yang dibuat oleh fakultas.

 

Pasal 11

 

(1)   Dalam rangka untuk penyelesaian suatu program studi, seorang mahasiswa dapat menempuh jalur skripsi.

  

Bab V

SISTEM EVALUASI

 

Pasal 12

 

Evaluasi bertujuan untuk mengetahui keberhasilan penyelenggaraan akademik serta memperoleh umpan balik bagi mahasiswa dan dosen.

 

Pasal 13

 

(1)    Evaluasi terhadap keberhasilan penyelenggaraan akademik meliputi kegiatan kuliah, praktikum laboratorium, lapangan, penelitian, dan tugas akademik lainnya.

(2)    Untuk lebih mengungkapkan kemampuan ilmiah dan pendalaman materi, guna mencapai hasil evaluasi yang lebih objektif, maka kepada mahasiswa dapat dibebankan tugas-tugas khusus seperti pekerjaan rumah, seminar kelompok,  laporan studi kasus, studi pustaka atau laporan buku, penterjemahan, dan bentuk lainnya.

 

Pasal 14

 

(1)     Ujian merupakan salah satu alat evaluasi kemampuan menguasai materi matakuliah dan menyelesaikan suatu persoalan atau lebih yang dilakukan dalam jangka waktu terbatas sesuai dengan peraturan berlaku.

(2)     Ujian seperti yang dimaksud ayat (1) di atas secara umum dapat dikelompokkan :

a.   Ujian Semester

b.   Ujian Sarjana (ujian komprehensif)

(3)    Ujian semester seperti dimaksud ayat (2) huruf a diatas terdiri dari :

a.   Ujian Tengah Semester (UTS)

b.   Ujian Akhir Semester (UAS)

c.   Tugas lainnya

(4)    Ujian sarjana seperti dimaksud ayat (2) huruf b di atas berbentuk Ujian Tugas Akhir (UTA).

 

  

Pasal 15

 

(1)    Ujian dapat diadakan :

a.    Secara tertulis

b.    Secara lisan

c.    Bentuk lainnya

(2)    Ujian seperti dimaksud ayat (1) huruf a di atas, bentuk soalnya dapat berupa :

a.     Esai

b.     Pilihan ganda

c.     Betul salah

d.     Bentuk lainnya

 

Pasal 16

 

(1)    Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) diadakan secara terjadual sesuai dengan kalender akademik.

(2)    Ujian Akhir Semester (UAS) diluar jadual yang telah ditetapkan seperti dimaksud ayat (1) di atas tidak dapat diadakan kecuali atas izin Dekan dan dilaksanakan pada ujian reguler semester berikutnya.

 

Pasal 17

 

(1)    Evaluasi untuk menentukan beban studi semester, pertama kali ditetapkan pada akhir semester kedua, dan kemudian pada akhir semester-semester berikutnya.

(2)    Pada Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, evaluasi untuk kelanjutan mahasiswa pertama kali diadakan pada akhir semester kedua dan kemudian pada akhir semester kedelapan.

 

Pasal 18

 

(1)    Pelaksanaan kuliah untuk satu sks kuliah, adalah satu kali 50 menit tatap muka perminggu terjadual, dengan paling kurang selama 16 minggu dalam satu semester.

(2)    Pelaksanaan praktikum untuk satu sks praktikum, adalah paling kurang dua kali 50 menit pekerjaan laboratorium, asistensi dan sebagainya perminggu dengan paling kurang selama 16 minggu dalam satu semester.

(3)    Penyerahan Nilai Lengkap Akhir Semester oleh dosen pengasuh matakuliah ke sekretariat Program Ekstensi, paling lambat satu minggu setelah pelaksanaan ujian matakuliah yang bersangkutan.

(4)    Pemeriksaan konsep rencana penelitian dan atau skripsi oleh seorang dosen pembimbing dan perbaikannya oleh mahasiswa yang bersangkutan tidak lebih dari tiga bulan.

(5)    Seorang mahasiswa berhak mengikuti Ujian Akhir Semester bila telah mengikuti kuliah, praktikum untuk matakuliah yang bersangkutan paling kurang 75% dari tatap muka yang telah terlaksana oleh dosen/asistensi matakuliah yang bersangkutan.

(6)     Seorang mahasiswa yang tidak dibenarkan mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) seperti dimaksud ayat (5) di atas diberi nilai nol untuk UAS matakuliah yang bersangkutan.

(7)    Bagi mahasiswa yang telah mengikuti kuliah (dan praktikum) minimal 75% akan tetapi tidak bisa mengikuti Ujian Akhir Semester yang telah terjadual, karena sakit atau halangan lain dengan alasan-alasan yang wajar yang dapat diterima oleh Dekan, maka dapat menempuh Ujian akhir Semester tersebut yang waktunya dapat diatur secara tersendiri.

 

Pasal 19

 

(1)    Dalam penilaian ujian dapat menggunakan Norma Absolut yaitu Penilaian Acuan Patokan atau dengan Norma Relatif yakni Penilaian Acuan Normal, tergantung pada proses belajar mengajar, populasi mahasiswa, dan jenis matakuliah.

(2)    Penilaian Acuan Patokan (PAP) digunakan bila proses belajar menuntut penguasaan yang akurat dan matang untuk mencapai kemahiran dalam kegiatan psikomotorik.

(3)    Penilaian Acuan Normal (PAN) dapat dipakai bila distribusi nilai cukup rendah dari populasi yang cukup besar.

 

Pasal 20

 

(1)    Nilai Lengkap akhir Semester suatu matakuliah adalah gabungan dari Nilai Praktikum, UTS, Kuis, UAS, dan tugas lainnya.

(2)    Pembobotan nilai ditentukan oleh dosen, dengan nilai UAS paling kurang 40%.

  

Pasal 21

 

(1)    Nilai Lengkap Akhir Semester suatu matakuliah dinyatakan dengan Nilai Mutu (NM) yaitu A, B, C, D, dan E yang dalam Angka Mutu (AM) adalah 4, 3, 2, 1, dan 0 secara berurutan.

(2)    Untuk mendapatkan Nilai Mutu (NM) dipergunakan Nilai Angka (NA) dari 0 (nol) sampai dengan 100 (seratus).

(3)    Hubungan antara Nilai Angka (NA), Nilai Mutu (NM), Angka Mutu (AM) dan Sebutan Mutu (SM) adalah sebagai berikut :

 

NA

NM

AM

SM

81     -  100

66  -    80

56  -    65

41  -    55

  0   -    40

A

B

C

D

E

4

3

2

1

0

Sangat baik

Baik

Cukup

Kurang

Gagal

 

Pasal 22

 

(1)    Seorang mahasiswa yang tidak atau belum dapat menyelesaikan semua persyaratan tugas-tugas akademik, termasuk tidak mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) tetapi mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) suatu matakuliah dengan suatu alasan yang wajar dan dapat diterima oleh Dekan, maka untuk sementara dapat diberikan nilai Belum Lengkap (BL) atas persetujuan dosen pengasuh matakuliah yang bersangkutan.

(2)    Nilai Belum Lengkap (BL) seperti dimaksud pada ayat (1) di atas, harus dilengkapi dalam batas waktu paling lambat satu bulan semenjak nilai BL tersebut diumumkan.

(3)    Perubahan nilai Belum Lengkap (BL) tersebut harus segera diserahkan oleh dosen yang bersangkutan kepada Sekretariat Program Ekstensi.

(4)    Nilai Belum Lengkap (BL) tersebut akan langsung atau otomatis menjadi E (gagal) bila mahasiswa yang bersangkutan tidak dapat menyelesaikan dan melengkapinya selama tambahan waktu yang telah ditentukan seperti dimaksud pada ayat (2) di atas, kecuali dengan alasan yang wajar dan dapat diterima.

(5)    Dalam menentukan Indeks Prestasi (IP), maka nilai Belum Lengkap (BL) tidak diperhitungkan.

 

Pasal 23

 

(1)    Setiap mahasiswa boleh memperbaiki nilainya dengan wajib mengulang dan mengikuti kegiatan kuliah, praktikum, dan tugas akademik lainnya bagi matakuliah tersebut secara utuh dan penuh.

(2)    Setiap matakuliah yang diperbaiki nilainya, maka nilai yang dipakai untuk menghitung Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah nilai tertinggi yang pernah diperoleh.

(3)    Setiap mahasiswa yang tersangkut penyelesaian studinya, hanya karena kelebihan satu nilai D dari syarat yang berlaku, maka perbaikan nilai D tersebut dapat dilakukan secara khusus oleh dosen yang bersangkutan atas persetujuan Dekan.

 

Pasal 24

 

(1)     Seorang mahasiswa dinyatakan telah lulus dalam program jenjang S1, bila :

a.   Telah mengumpulkan jumlah minimal sks yang disyaratkan untuk program studi yang bersangkutan.

b.    Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) paling kurang 2,00

c.    Tidak ada nilai E

d.    Nilai D paling banyak 2 buah

e.    Telah lulus ujian komprehensif/tugas akhir

(2)    Setiap mahasiswa yang telah lulus seperti dimaksud pada ayat (1) di atas, diwisuda sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Andalas

(3)    Setiap mahasiswa yang telah diwisuda berhak memakai gelar akademik Sarjana Ekonomi disingkat SE.

 

Bab VI

TUGAS AKHIR

 

Pasal 25

 

(1)   Setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan program studinya, wajib menyelesaikan tugas akhir yang merupakan bagian dari ujian akhir.

(2)   Tugas akhir seperti yang dimaksud pada ayat (1) di atas, berupa Skripsi.

(3)   Proposal skripsi sebaiknya diseminarkan lebih dulu sebelum dilaksanakan/diadakan Ujian Tugas Akhir (UTA)

(4)   Seminar Skripsi seperti yang dimaksud pada ayat (3) di atas, ditentukan dan diatur oleh masing-masing Kepala Program Studi.

 

Bab VII

UJIAN AKHIR

 

Pasal 26

 

(1)    Setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan suatu program studi harus menempuh Ujian Akhir, yaitu Ujian Sarjana.

(2)    Setiap mahasiswa diperkenankan mengikuti Ujian akhir, bila telah memenuhi syarat-syarat berikut :

a.    Mempunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) paling kurang 2,00

b.    Mempunyai nilai D tidak lebih dari 2 (dua) buah bagi matakuliah yang ditentukan Fakultas.

c.    Telah menyelesaikan tugas akhir

(3)    Ujian Akhir yang dimaksud pada ayat (1) di atas dapat berbentuk salah satu dari :

a.    Ujian Komprehensif

b.    Ujian Tugas Akhir

(4)    Ujian Tugas Akhir seperti yang dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) di atas ditentukan oleh Koordinator Program Ekstensi/Kepala Program Studi.

 

Bab VIII

HASIL UJIAN AKHIR

 

Pasal 27

 

(1)    Hasil ujian akhir dinyatakan dalam bentuk :

a.     Lulus

b.     Lulus bersyarat

c.     Tidak lulus

(2)    Setiap mahasiswa yang dinyatakan lulus bersyarat, seperti dimaksud pada ayat (1) huruf b di atas, kemudian dapat dinyatakan lulus atau tidak lulus, berdasarkan ketentuan berikut :

a.    Lulus, bila yang bersangkutan dapat menyelesaikan semua persyaratannya dalam waktu paling lambat 2 (dua) bulan sesudah ia menempuh Ujian Tugas Akhir.

b.    Tidak lulus, bila yang bersangkutan tidak dapat menyelesaikan semua persyaratannya dalam waktu paling lambat 2 (dua) bulan sesudah ia menempuh Ujian Tugas Akhir.

c.    Ketentuan seperti dimaksud pada huruf a dan b di atas, diputuskan oleh Panitia Ujian yang bersangkutan.

(3)    Setiap mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus dalam kesempatan ujian pertama seperti yang dimaksud pada ayat (1) huruf c dan ayat (2) huruf b di atas, masih diberi kesempatan untuk menempuh ujian ulangan tidak lebih dari 3 (tiga) kali.

 Bab IX

PREDIKAT LULUS

 Pasal 28

 

(1)    Setiap mahasiswa yang telah lulus dalam menempuh Ujian Akhir diberikan predikat lulus dalam bentuk yudisium.

(2)    Predikat diberikan berdasarkan Nilai akhir yaitu nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) semua matakuliah dan ujian akhir.

(3)    Yudisium seperti dimaksud pada ayat (1) di atas diberi predikat :

a.   Cum Laude, bila :

1.  IPK dihitung berdasarkan nilai ujian dari matakuliah yang diambil pada Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

2.  Tidak mempunyai nilai matakuliah lebih rendah dari B dari semua matakuliah yang diambil pada Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

3.  Menyelesaikan studi dalam waktu tidak lebih dari 4 (empat) semester efektif bagi mahasiswa D.III/sederajat dan 8 (delapan) semester efektif bagi mahasiswa asal SMU.

b.  Sangat memuaskan, bila :

1.  IPK dihitung berdasarkan nilai ujian dari matakuliah yang diambil pada Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

2.  Tidak mempunyai nilai matakuliah lebih rendah dari B dari semua matakuliah yang diambil pada Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

3.  Menyelesaikan studi dalam waktu kurang dari 6 (enam) semester efektif bagi mahasiswa asal D.III/sederajat dan 10 (sepuluh) semester efektif bagi mahasiswa asal SMU.

c.  Memuaskan, bila IPK 2,00 sampai 2,75 dihitung dari semua matakuliah yang diambil pada Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

(4)    Wisudawan yang lulus dengan predikat Cum Laude dan wisudawan terbaik pada setiap Fakultas diberikan Surat Penghargaan khusus oleh Universitas.

 

 Bab X

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DOSEN

 

Pasal 29

 

Dosen pada Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas adalah semua tenaga pengajar yang ditunjuk berdasarkan surat keputusan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas pada setiap semester atau tahun akademik tertentu.

 

Pasal 30

 

Tugas mengajar seorang dosen adalah memberi kuliah, praktikum, pelatihan dan evaluasi serta tugas mengajar lainnya kepada mahasiswa, sesuai dengan jenjang kepangkatan dosen yang bersangkutan.

 

Pasal 31

 

Selain dari yang dimaksud pada pasal 30 di atas dosen mempunyai tugas sebagai Penasehat Akademik terhadap mahasiswa semenjak semester I sampai selesai pendidikan atau mahasiswa tersebut memperoleh pembimbing.

 

Pasal 32

 

Penasehat Akademik diangkat dan diberhentikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi atas usul Koordinator Program Ekstensi/Kepala Program Studi.

 

Pasal 33

 

Penasehat Akademik seorang mahasiswa dapat diganti, bila mahasiswa  tersebut berganti program studi, atau penasehat akademiknya itu berhalangan tetap atas usul Koordinator Program Ekstensi/Kepala Program Studi dengan persetujuan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

  

Pasal 34

 

Tugas dan tanggung jawab Penasehat Akademik adalah :

a.   Memberikan penjelasan kepada mahasiswa tentang sistem pendidikan dan administrasi Universitas.

b.   Memberikan bimbingan khusus kepada mahasiswa dalam menentukan rencana studi menyeluruh pada awal studi, mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) semester pada awal semester, serta mensyahkannya.

c.  Memberikan penjelasan dan nasehat kepada mahasiswa tentang cara-cara belajar yang baik, memanfaatkan waktu dan fasilitas belajar secara maksimal, sehingga dapat menyelesaikan studi tepat waktu.

d.  Menyediakan waktu yang cukup untuk berkonsultasi dengan mahasiswa paling kurang 3 kali dalam satu semester, yaitu pada awal semester, sebelum ujian tengah semester, dan sebelum ujian akhir semester.

e. Mengevaluasi prestasi belajar  mahasiswa yang  diasuh dan melaporkannya secara teratur setiap akhir semester kepada Koordinator Program Ekstensi untuk diteruskan kepada Dekan.

f.    Memberikan nasehat kepada mahasiswa yang prestasinya menurun, meneliti sebab-sebabnya dan membantu mencarikan jalan keluar, agar prestasi mahasiswa tersebut dapat meningkat pada semester berikutnya.

 

Pasal 35

 

Hak dan kewajiban mahasiswa terhadap Penasehat akademik :

a.   Setiap mahasiswa berhak memperoleh penjelasan dan nasehat dari Penasehat Akademik dalam mengisi KRS, serta mengatasi berbagai kesulitan yang berhubungan dengan studinya.

b.   Setiap mahasiswa berkewajiban untuk berkonsultasi, berdiskusi dan melaporkan kemajuan belajar secara teratur kepada Penasehat Akademik paling kurang 3 kali setiap semester, dan harus meminta pengesahan KRS-nya.

 

Pasal 36

 

Tugas Pembimbing adalah membimbing mahasiswa yang akan melaksanakan tugas akhir, seperti penyusunan rencana penelitian, pelaksanaan penelitian, penyusunan skripsi, kerja praktek, atau bentuk tugas lainnya.

  

Pasal 37

 

(1)    Pembimbing untuk tugas akhir setiap mahasiswa paling banyak 2 orang dosen.

(2)    Pembimbing I, paling kurang berpangkat Lektor (gol.IV/a) atau berpangkat Lektor Madya (gol.III/d) bergelar Magister atau Doktor, sedangkan pembimbing lainnya paling kurang berpangkat Lektor Muda (gol.III/c), Magister, atau Doktor. Dalam keadaan tidak memungkinkan dapat diturunkan persyaratannya.

(3)    Pembimbing diangkat dan diberhentikan oleh Dekan atau pejabat yang ditunjuk untuk itu.

(4)    Pembimbing  dapat mengasuh mahasiswa paling banyak 5 orang per semester atau disesuaikan dengan kondisi Program Ekstensi FEUA.

 

Pasal 38

 

Pembimbing tugas akhir seorang mahasiswa dapat diganti bila mahasiswa tersebut berganti program studi atau pembimbingnya  berhalangan tetap, atas usul Ketua Program Ekstensi/Kepala Program Studi dengan persetujuan  Dekan.

 

Pasal 39

 

Tugas dan tanggung jawab pembimbing adalah :

a.   Dapat meneruskan tugas dan tanggung jawab Penasehat akademik.

b.   Membimbing penyusunan rencana penelitian, skripsi, dan tugas akhir lainnya.

c.   Memonitor pelaksanaan penelitian, penyusunan skripsi, dan tugas akhir lainnya.

d.   Memeriksa konsep rencana penelitian, skripsi, dan tugas akhir lainnya. Waktu untuk tiap kali pemeriksaan sebuah konsep rencana penelitian, skripsi dan tugas akhir lainnya itu, tidak lebih dari 1 (satu) bulan.

 

Pasal 40

 

Hak dan kewajiban mahasiswa terhadap pembimbing adalah :

a.  Setiap mahasiswa berhak memperoleh bimbingan dalam mengatasi berbagai kesulitan penyusunan rencana penelitian, pelaksanaan penelitian, penyusunan skripsi dan tugas akhir lainnya.

b.   Setiap mahasiswa berhak menanyakan dan memperoleh hasil koreksi konsep rencana penelitian, skripsi, dan tugas akhir lainnya, setelah 1 (satu) bulan penyerahan konsep tersebut kepada pembimbingnya.

c.   Setiap mahasiswa wajib menyelesaikan perbaikan konsep rencana penelitian, skripsi dan tugas lainnya seperti yang dimaksud pada huruf b di atas, sesuai dengan yang ditetapkan oleh pembimbing, paling lambat menyerahkannya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh pembimbing.

d.   Setiap mahasiswa wajib menyelesaikan penyusunan skripsi dan tugas akhir lainnya, serta menyerahkannya kepada pembimbing paling lama 1 (satu) tahun semenjak disetujui dan disyahkan proposal oleh pembimbing.

 

Pasal 41

 

Waktu Konsultasi :

a.  Setiap dosen sebagai Penasehat Akademik dan atau pembimbing wajib menyediakan waktu untuk konsultasi mahasiswa paling kurang 2 hari setiap minggu.

b.   Hari konsultasi setiap dosen tersebut harus diumumkan di Program Ekstensi Fakultas Ekonomi/Kepala Program Studi, sehingga memudahkan bagi mahasiswa untuk berkonsultasi.

 

Bab XI

ADMINISTRASI AKADEMIK

 

Pasal 42

 

(1)    Seluruh kegiatan akademik disusun di dalam kalender akademik yang dikeluarkan setiap awal tahun akademik yang bersangkutan.

(2)    Dalam kalender akademik, dicantumkan semua kegiatan dan jadual pendidikan dan pengajaran.

 

Pasal 43

 

(1)    Setiap mahasiswa wajib mendaftar pada tiap semester.

(2)    Syarat dan jadual pendaftaran diumumkan oleh Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) paling lambat satu bulan sebelum pendaftaran dimulai.

(3)    Mahasiswa yang tidak mendaftar pada jadual yang telah ditentukan, karena alasan yang wajar dan dapat diterima, diberikan kesempatan mendaftar pada jadual yang ditetapkan tersendiri oleh Universitas.

(4)    Pendaftaran ulang mahasiswa lama dapat diwakilkan pada orang lain dengan surat kuasa khusus untuk itu, berdasarkan alasan yang  wajar dan dapat diterima dengan sepengetahuan Penasehat Akademik (PA) atau Pembimbing.

(5)    Tempat pendaftaran mahasiswa adalah di Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Universitas.

 

Pasal 44

 

(1)    Mahasiswa yang ingin merobah Kartu Rencana Studi (KRS), dapat melakukannya paling lambat dua minggu sejak semester dimulai.

(2)    Perubahan KRS seperti dimaksud pada ayat (1) di atas harus disetujui Penasehat Akademik (PA) mahasiswa yang bersangkutan dan disyahkan oleh Kepala Program Studi, serta dilaporkan kepada Sekretariat Akademik, maupun kepada dosen pengasuh matakuliah yang bersangkutan.

(3)    Kartu Rencana Studi mahasiswa hanya dapat dirobah satu kali dalam satu semester.

 

Pasal 45

 

(1)    Seorang mahasiswa dapat menghentikan studinya untuk sementara waktu, karena keadaan terpaksa.

(2)    Keadaan terpaksa seperti dimaksud pada ayat (1) di atas harus dilengkapi dengan rekomendasi Dekan dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor.

(3)    Penghentian studi seperti dimaksud pada ayat (1) dan (2) di atas, berlaku paling lama untuk jangka waktu empat semester efektif.

(4)    Jangka waktu seperti dimaksud apada ayat (3) di atas tidak turut dimasukkan dalam menghitung lamanya masa studi efektif mahasiswa yang bersangkutan.

(5)    Mahasiswa yang menghentikan studinya untuk sementara tanpa Surat Keputusan Rektor selama dua semester berturut-turut ataupun tidak, dikeluarkan dari Universitas.

 

Pasal 46

 

(1)    Nilai Ujian Tengah Semester (UTS) dapat diserahkan oleh dosen yang bersangkutan kepada Sekretariat Program Ekstensi dalam jangka waktu yang telah ditetapkan oleh Program Ekstensi.

(2)    Nilai Ujian Akhir Semester (UAS) harus diserahkan oleh dosen yang bersangkutan kepada Sekretariat Program Ekstensi dalam jangka waktu yang telah ditetapkan olehProgram Ekstensi.

(3)    Baik nilai UTS maupun nilai UAS yang telah diserahkan kepada Sekretariat Program Ekstensi tidak dapat dirobah lagi oleh dosen yang bersangkutan kecuali melalui prosedur yang diatur tersendiri oleh Program Ekstensi.

 

Pasal 47

 

(1)    Jika terjadi kekeliruan dalam pencatatan nilai, maka usul perubahannya haruslah menggunakan formulir yang telah ditentukan dengan memberikan alasan yang wajar dan dapat diterima.

(2)    Pemberian nilai tersebut baru dianggap syah, setelah diusulkan oleh dosen yang bersangkutan kepada Ketua Program Ekstensi/kepala Program Studi dan disyahkan oleh Dekan

(3)    Nilai matakuliah yang telah dirubah secara syah seperti dimaksudkan pada ayat (2) di atas harus dilaporkan Kepada Sekretariat Program Ekstensi Fakultas Ekonomi.

 

Pasal 48

 

(1)     Perbaikan nilai matakuliah bagi seorang mahasiswa, harus dimasukkan kedalam KRS dan disyahkan oleh Penasehat Akademik (PA) yang disetujui oleh Ketua Program Ekstensi/Kepala Program Studi.

(2)     Perbaikan nilai seperti dimaksud pada ayat (1) di atas, mahasiswa tersebut harus mengikuti kegiatan akademik bagi matakuliah tersebut secara utuh dan penuh.

 

Pasal 49

 

(1)    Kartu Hasil Studi (KHS) adalah rekaman prestasi akademik mahasiswa dari setiap semester dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) selama masa kuliah efektif yang diikuti oleh mahasiswa yang bersangkutan.

(2)    KHS dikeluarkan oleh Program Ekstensi setelah diolah oleh Sekretariat Program Ekstensi berdasarkan nilai hasil ujian semester.

 

Pasal 50

 

(1)    Transkrip adalah nilai prestasi akademik mahasiswa, yang diisikan olehProgram Ekstensi, berdasarkan nilai-nilai mahasiswa tersebut, yang telah dimasukkan kedalam Buku Induk Program Ekstensi.

(2)    Transkrip dapat diberikan kepada mahasiswa setelah yang bersangkutan menyelesaikan studi atau masih dalam masa studinya atas permintaan yang bersangkutan, maupun atas permintaan resmi instansi terkait.

(3)    Program Ekstensi wajib menyimpan Buku Induk Program Ekstensi seperti dimaksud pada ayat (1) di atas, paling kurang selama tiga puluh tahun.

(4)     Buku Induk Program Ekstensi diisi berdasarkan Kartu Hasil Studi (KHS) mahasiswa dari semester ke semester.

 

Pasal 51

 

Masa studi maksimum adalah 8 (delapan) semester bagi mahasiswa asal D.III/Sederajat dan 14 (empat belas) semester bagi mahasiswa asal SMU/sederajat/

 

Pasal 52

 

KKU dapat dilakukan dalam bentuk magang atau mengambil matakuliah pengganti KKU yang telah ditetapkan oleh Program Ekstensi/Fakultas.

 

Pasal 53

 

Pengajuan rencana penelitian skripsi dapat dilakukan setelah menyelesaikan paling kurang 65 sks bagi mahasiswa asal D.III/sederajat dan 120 sks bagi mahasiswa asal SMU/sederajat.

 

Bab XII

PINDAH PROGRAM STUDI

 

Pasal  54

 

(1)    Kesempatan pindah program studi hanya berlaku di lingkungan Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, program ekstensi pada perguruan tinggi negeri lain, PTS yang bersedia menerimanya., haruslah memperhatikan hal-hal berikut :

a.   Keadaan fasilitas penampungan

b.   Daya guna optimal fasilitas yang ada

c.   Jumlah mahasiswa keseluruhan terdaftar

d.   Persyaratan akademik

(2)    Mahasiswa yang akan pindah program studi pada Program Ekstensi FEUA, harus memperoleh izin pindah dari Koordinator Program Ekstensi dengan persetujuan Dekan.

 

Pasal 55

 

Syarat perpindahan mahasiswa antar program studi adalah :

a.    Mahasiswa bersangkutan harus terdaftar di program studi asal, paling kurang dua semester, dan paling lama enam semesteR untuk tamatan SMU.

b.    Untuk lulusan D.III/sederajat harus terdaftar paling kurang satu semester.

c.    Perpindahan program studi hanya dibenarkan satu kali

d.    Memenuhi persyaratan akademik dan lainnya yang ditetapkan.

 

Pasal 56

 

Syarat perpindahan mahasiswa dari luar Universitas Andalas dalam jenjang pendidikan S1 adalah :

a.    Mahasiswa bersangkutan berasal dari Perguruan Tinggi Negeri, termasuk Perguruan Tinggi yang diasuh oleh Departemen lain di luar Depdikbud.

b.    Mahasiswa bersangkutan telah mengikuti Sistem Kredit Semester (SKS).

c.    Mahasiswa bersangkutan harus sudah terdaftar paling kurang selama dua semester di Perguruan Tinggi asal, dan aktif mengikuti kegiatan akademik.

d.    Mahasiswa bersangkutan harus memenuhi persyaratan akademik dan persyaratan lainnya sebagaimana ditetapakan oleh fakultas yang bersangkutan.

e.    Mahasiswa bersangkutan harus mengikuti peraturan yang ada pada Program Ekstensi.

 

Pasal 57

 

(1)    Mahasiswa yang pindah ke luar Universitas Andalas ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor berdasarkan permohonan dari mahasiswa yang bersangkutan.

(2)    Mahasiswa yang pindah dari luar Universitas Andalas dapat diterima dengan Surat Keputusan Rektor setelah mendapatkan persetujuan dari Dekan Fakultas yang dituju.

(3)    Mahasiswa pindahan yang telah diterima dengan Surat Keputusan Rektor seperti dimaksud pada ayat (2) di atas, wajib mendaftar pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) sesuai prosedur yang berlaku.

(4)    Nomor Buku Pokok mahasiswa pindahan seperti dimaksud pada ayat (3) di atas tetap menggunakan tahun yang lama dan nomor berikutnya sesuai fakultas dan jurusan yang menerima.

(5)    Kredit matakuliah yang dibawa mahasiswa seperti dimaksud pada ayat (4) di atas dievaluasi oleh fakultas yang bersangkutan untuk diakui.

(6)    Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan biaya administrasi lainnya dibebankan seperti mahasiswa baru yang ditentukan FEUA..

 

Bab XIII

S A N K S I

 

Pasal 58

 

Sanksi akademik ataupun administratif dapat dikenakan kepada mahasiswa dan dosen yang melakukan penyimpangan dari sistem penyelenggaraan proses belajar mengajar dan peraturan lainnya di Universitas dalam rangka menjaga mutu pendidikan.

 

Pasal 59

 

Setelah mengikuti studi selama 2 (dua) semester efektif, seorang mahasiswa tidak diperkenankan untuk melanjutkan studinya bila yang bersangkutan belum menyelesaikan paling kurang 20 (dua puluh) sks (dengan nilai D ke atas) atau IPK kurang dari 1,60. Sebagai contoh pada akhir semester kedua mahasiswa A telah menyelesaikan 30 sks dengan IPK 1,50, maka ia tidak diizinkan untuk melanjutkan studinya. Hal yang sama berlaku untuk mahasiswa B yang hanya baru menyelesaikan 18 sks walaupun IPK-nya 2,00.

 

Pasal 60

 

Seorang mahasiswa yang melakukan kegiatan terlarang, baik yang diatur dalam Statuta Universitas pasal 52 angka 9 maupun sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, dikenakan sanksi akademik oleh Dekan setelah meminta pertimbangan Senat Fakultas.

 

Pasal 61

 

Seorang dosen dikenakan sanksi melakukan hal-hal sebagai berikut :

a.    Melaksanakan kuliah tidak sesuai dengan jumlah minimum yang ditetapkan untuk suatu matakuliah yang diasuhnya.

b.    Melanggar kaedah-kaedah pemberian nilai ujian yang berlaku, serta ketentuan-ketentuan akademik lainnya.

c.    Melanggar ketentuan-ketentuan sebagaimana yang diatur dalam Statuta Universitas dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku.

 

Pasal 62

 

Bentuk-bentuk sanksi bagi dosen :

a.    Seorang dosen yang memberikan kuliah kurang dari 14 kali dalam satu semester untuk pertama kalinya, dikenakan sanksi berupa teguran secara lisan oleh Koordinator Program.

b.    Seorang dosen yang memberikan kuliah kurang dari 14 kali dalam dua semester baik berturut-turut atau tidak, dikenakan sanksi berupa teguran secara tertulis pertama oleh Koordinator Program atau Dekan.

c.    Seorang dosen yang memberikan kuliah kurang dari 14 kali dalam tiga semester baik berturut-turut atau tidak, dikenakan sanksi berupa teguran secara tertulis kedua oleh Koordinator Program atau Dekan.

d.    Seorang dosen yang terbukti melanggar kaedah-kaedah pemberian nilai ujian yang berlaku, dikenakan sanksi tidak dibenarkan memberi kuliah, praktikum, kerja praktek, penasehat akademik dan pembimbing, serta tugas akademik lainnya dengan Surat Keputusan Dekan.

e.    Seorang dosen yang terbukti melanggar Statuta Universitas dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku, dikenakan sanksi yang ditetapkan oleh Rektor atas usul Dekan berdasarkan pertimbangan Senat Fakultas.

  

Pasal 63

 

Seorang dosen yang terlambat menyerahkan Nilai Lengkap Akhir Semester (NLAS) kepada Sekretariat Akademik Program Ekstensi dari jadual yang ditetapkan, dikenakan sanksi berupa teguran tertulis oleh Koordinator Program atau Dekan.

 

Bab XIV

KETENTUAN PENUTUP

 

Pasal 64

 

(1)   Peraturan ini berlaku sepenuhnya bagi dosen dan semua mahasiswa Program Ekstensi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas seluruh angkatan.

(2)   Semua peraturan dan ketentuan akademik yang bertentangan dengan peraturan ini, dinyatakan tidak berlaku lagi.

(3)   Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan ini, akan diatur lebih lanjut.

(4)   Peraturan ini mulai berlaku semenjak ditetapkan.

 

  Padang,    September 2000

Kembali ke atas

Copyright 2001 WebMaster PEFEUA. All Rights Reserved.